Cara Mudah Pembuatan Seni Kriya Gerabah
Gerabah
Gerabah adalah bagian dari keramik yang dilihat berdasarkan tingkat kualitas bahannya.
Fungsi Gerabah Berdasarkan fungsinya, gerabah dapat digolongan menjadi :
a. Fungsional : gerabah yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada penggunanya. Bentuk gerabah fungsional antara lain : pot bunga, tempat payung, tempayan, kendi, asbak, tempat lilin dan peralatan dapur.
b. Non Fungsional : gerabah dengan golongan ini lebih diutamakan sebagai barang-barang hiasan ruang, seperti guci
Penulis : Three Flowersty
Pembuat blog : Srifitria Lestari
Rincian harga : Lidya Putri
Rincian proses
pembuatan : M. Hafizh Firdaus
Pembuat ide : Virgie Anggita
1. Menetapkan Target dan Strategi
kami menargetkan dalam 1 minggu kami membuat tiga atau lebih produk untuk pengenalan produk baru dan setiap kerajinan harus
mendapatkan 25% dari modal awalnya.
Dalam strategi
kami sering kali mengikuti pameran agar kerajinan kami dikenal banyak orang.
Selain mengikuti pameran, kami juga memasarkan karya kami di sosial media.
Pemililah tempat penyualan yang strategis, yang mudah untuk dijangkau oleh
banyak orang.
2. Penghitungan Harga Jual Produk
a. Biaya Produksi
· Tanah Liat Rp. 250.000,00
· Kayu Bulat/Penggiling Rp. 150.000,00
· Meja putar Rp. 150.000,00
· Tali pemotong Rp. 30.000,00
· Cetakan Rp. 25.000,00
B . Biaya Lain – Lain
·
Biaya Pemasaran Rp. 250.000,00
·
Biaya Promosi Rp. 150.000,00
Total biaya Rp 1.005.000,00
Hasil penjualan
a. 5 x gerabah besar (Rp. 750.000,00)
5 x Rp. 750.000,00 = Rp. 3.750.000,00
b. 5 x gerabah sedang (Rp. 510.000,00)
5 x Rp. 510.000,00 = Rp. 2.550.000,00
c. 5 x gerabah kecil (Rp. 260.000,00)
5 x Rp. 260.000,00 = Rp. 1.300.000,00
Total hasil penjualan = Rp. 7.600.000,00
Laba penjualan = total pendapatan – total
biaya
Laba penjualan = Rp. 7.600.000,00 – Rp. 1.048.000,00
Laba penjualan = Rp. 4.850.000,00
1. Bahan dan Alat
a. Tanah Liat
b. Kayu Bulat/Penggiling
c. Meja putar
d. Tali pemotong
e. Cetakan
f. Amplas
g. Alat kayu pahat
2. Cara pembuatan
a. Tahap persiapan
Dalam tahapan ini yang dilakukan kriyawan adalah :
1). Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur
2). Mempersiapkan bahan campurannya
3). Mempersiapkan alat pengolahan bahan.
1). Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur
2). Mempersiapkan bahan campurannya
3). Mempersiapkan alat pengolahan bahan.
b. Tahap pengolahan bahan.
Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai pertimbangan dianggap masih efektif. Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.
Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai pertimbangan dianggap masih efektif. Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.
Pengolahan bahan secara kering dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :
1). Penumbukan bahan sampai halus.
2). Pengayakan hasil tumbukan
3). Pencampuran bahan baku utama (tanah) dengan bahan tambahan (pasir halus atau serbuk batu padas, dll) dengan komposisi tertentu sesuai kebiasaan yang dilakukan kriyawan gerabah masing – masing. Kemudian tanah yang telah tercampur ditambahkan air secukupnya dan diulek sampai rata dan homogen. Selanjutnya bahan gerabah sudah siap dipergunakan untuk perwujudan badan gerabah. Pencampuran ini bertujuan untuk memperkuat body gerabah pada saat pembentukan dan pembakaran. 1). Penumbukan bahan sampai halus.
2). Pengayakan hasil tumbukan

Komentar
Posting Komentar